Cermin Rias dengan Noda Bercak yang Tak Kunjung Hilang

 


Di kamar tidur yang sekarang kosong, ada cermin rias tua. Bingkainya dari kayu jati ukiran, dengan meja kecil tempat bedak dan sisir. Tapi yang paling menarik adalah noda di kaca cermin itu: lingkaran-lingkaran kecil di bagian tengah, setinggi wajah seorang wanita yang sedang duduk.

Itu bekas wajah yang menempel terlalu dekat.

Nenek, pemilik kamar itu, punya kebiasaan aneh: setiap kali selesai memakai bedak, ia akan mendekatkan wajahnya ke cermin, hampir menempel, dan meniupnya perlahan. Entah untuk membersihkan debu bedak atau sekadar mengamati dirinya sendiri. Lalu ia akan tersenyum tipis, puas, dan berkata pada dirinya sendiri, "Sudah cantik."

Aku sering mengamati ritual itu dari balik pintu saat masih kecil. Dan aku selalu berpikir: apa yang nenek lihat di cermin itu setiap pagi? Apakah dia melihat kerutan-kerutan yang mulai muncul? Apakah dia melihat seorang perempuan yang telah melewati banyak kesedihan? Atau dia hanya melihat seorang perempuan yang masih berusaha tampil rapi meski dunia tak lagi memperhatikannya?

Kini, setelah nenek tiada, noda itu masih ada di cermin. Tidak ada yang membersihkannya. Aku melarang.

Karena noda itu bukan kotoran. Ia adalah jejak dari sebuah ritual pagi. Ia adalah bukti bahwa setiap hari, selama puluhan tahun, seorang perempuan duduk di depan cermin itu dan berdamai dengan penampilannya sendiri. Ia memutuskan untuk tetap tampil rapi, untuk tetap peduli pada dirinya, meski kadang tidak ada yang memuji.

Vintage, bagiku, adalah tentang noda-noda yang tidak sengaja tertinggal. Tentang sidik jari di sudut-sudut gelap, tentang goresan di meja, tentang tumpahan kopi di buku catatan. Benda baru tidak punya noda. Ia steril, sempurna, dan karena itu, tidak punya cerita.

Tapi noda adalah cerita. Dan cerita, meski kadang kotor, selalu lebih berharga daripada kesempurnaan yang hampa.

Suatu hari, aku akan mewarisi cermin itu. Dan aku akan membiarkan noda itu tetap ada. Aku bahkan akan menambahkannya dengan nodaku sendiri. Karena suatu hari nanti, mungkin ada orang yang melihatnya dan bertanya, "Siapa yang meninggalkan jejak ini?" Dan itu adalah cara terbaik untuk dikenang.

(just for school assignments, all this made by AI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Radio yang Masih Berbisik

Radio tua itu sudah tidak menyala selama mungkin. Tapi kalau malam sunyi dan aku duduk dekatnya, kupingku seolah masih bisa menangkap gema. ...